Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Follo Twitter

YLBHR Menangkan Gugatan, Jimmy Harus Serahkan Lahan Seluas 574,6 HA ke Negara

Pengadilan Negeri Bangkinang, Kampar
BERITA KAMPAR, BANGKINANG - Jimmy alias Ahua sang raja lahan di kabupaten kampar meritih saat salah satu lahan miliknya diperintahkan agar menyerahkan lahan yang dikuasainya kepada negara. Perintah itu disampaikan oleh Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang dalam sidang putusan terhadap gugatan legal standing yang diajukan Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR), Senin (12/10/2015) siang.

Sidang dipimpin oleh Arie Andhika Adikresna didampingi hakim anggota Nurafriani Putri dan Ferdian Permadi. Hadir dalam sidang, Suwandi yang bertindak selaku kuasa hukum YLBHR. Sedangkan pihak Jimmy dan Dinas Kehutanan Kampar selaku tergugat tidak hadir.

"Menghukum Tergugat I (Jimmy) menyerahkan objek perkara sengketa kepada negara dalam keadaan kosong," tegas Arie dalam amar putusannya. Hakim meminta agar objek sengketa dikembalikan kepada status dan fungsinya sebagai kawasan hutan dengan melakukan penanaman tanaman kehutanan.

Hakim mengabulkan hampir seluruh tuntutan YLBHR. Hakim menetapkan bahwa lahan yang dikuasai Jimmy terbukti berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Batang Lipai tanpa izin resmi.

Lahan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan Kelapa Sawit di Dusun Simpang Kare, Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar seluas 574,6 hektare. Jimmy juga diperintahkan membayar semua biaya perkara yang timbul.

Hakim, dalam amar putusannya, hanya menolak satu poin gugatan YLBHR. Yakni, putusan itu tidak menyinggung bahwa Dinas Kehutanan selaku Tergugat II untuk mengawasi objek sengketa dengan penuh tanggung jawab.

Menanggapi putusan itu, Ketua YLBHR Dempos TB mengapresiasi sikap hakim. "Ini menunjukkan komitmen hakim dalam menjaga kelestarian kawasan hutan," tandasnya dalam konperensi pers di Kantor YLBHR, Jalan Ahmad Yani, Bangkinang Kota, seusai sidang.

Dempos menuturkan, sejak awal, pihaknya sudah meyakini bahwa Jimmy mengalihfungsikan kawasan hutan secara ilegal. Itu melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 17 Ayat 2 huruf b yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin Menteri di dalam kawasan hutan".

Menurut Dempos, perambahan lahan yang dilakukan Jimmy telah mengurangi kawasan hutan dan memicu terjadinya pemanasan global atau global warming. "Hutan harus dijaga dari kepunahan. Negara harus mengambil alih lahan Jimmy kembali agar dikelola demi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Dempos menyatakan, pihaknya masih menunggu waktu pengajuan banding yang kemungkinan ditempuh oleh Jimmy dalam waktu 14 hari ke depan. Setelah itu, pihaknya akan mengajukan aanmaning atau menyerahkan secara suka rela lahan tersebut kepada negara.

"Kalau itu (aanmaning) tidak dilakukan, kita pasti akan mengajukan eksekusi paksa," ungkap Dempos. Menurut dia, Jimmy harus angkat kaki dari areal perkebunan ilegal itu.

Ditanya ihwal unsur pidana yang ditimbulkan, Dempos menyatakan, pihaknya berencana akan melaporkan Jimmy kepada kepolisian. Ia menjelaskan, salinan putusan itu akan dijadikan bukti untuk memperkuat delik aduan ke kepolisian.

"Kemungkinan kita akan laporkan ke Mabes. Setiap perambahan hutan tanpa izin, pasti. berdampak pidana," pungkas Dempos optimis.

Gugatan itu diajukan 5 Juni 2015 lalu dengan nomor perkara perkara 27/PDT.G/2015/PN Bkn. Jimmy tidak pernah hadir selama persidangan berlangsung. Bahkan saat peninjauan setempat (PS) atau sidang lapangan pada objek perkara, Jimmy juga tidak hadir atau mengirim perwakilannya.(kim)
Name

Aulia Hospital Bangkinang Berita Kampar Berita Riau BRK Budaya Ekonomi Hukum Kampar Kampar Timur Kesehatan Kesra Lingkungan Pendidikan Pilihan Politik Portal Berita Kampar Portal Berita Riau Riau Rumbio Jaya Salo Sosbud Tambang Tapung Tapung Hilir XIII Koto Kampar
false
ltr
item
Berita Kampar: YLBHR Menangkan Gugatan, Jimmy Harus Serahkan Lahan Seluas 574,6 HA ke Negara
YLBHR Menangkan Gugatan, Jimmy Harus Serahkan Lahan Seluas 574,6 HA ke Negara
Jimmy alias Ahua sang raja lahan di kabupaten kampar meritih saat salah satu lahan miliknya diperintahkan agar menyerahkan lahan yang dikuasainya kepada negara. Perintah itu disampaikan oleh Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang dalam sidang putusan terhadap gugatan legal standing yang diajukan Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR), Senin (12/10/2015) siang.
http://2.bp.blogspot.com/-ZJ9Uo3CKAMU/VhyjSSX3UTI/AAAAAAAAC9k/yrsGIlRIbg8/s320/PN%2BBangkinang%2B-%2BBeritaKampar.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-ZJ9Uo3CKAMU/VhyjSSX3UTI/AAAAAAAAC9k/yrsGIlRIbg8/s72-c/PN%2BBangkinang%2B-%2BBeritaKampar.jpg
Berita Kampar
http://www.beritakampar.com/2015/10/ylbhr-menangkan-gugatan-jimmy-harus.html
http://www.beritakampar.com/
http://www.beritakampar.com/
http://www.beritakampar.com/2015/10/ylbhr-menangkan-gugatan-jimmy-harus.html
true
938967521858283152
UTF-8
Berita Tida Tersedia LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Membalas Hapus By Home PAGES POSTS Lihat Semua RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH SEMUA POSTINGAN Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock